EPIDEMIOLOGI PENYAKIT TB PARU
GAMBARAN
EPIDEMIOLOGI PENYAKIT TUBERKOLUSIS PARU (TB PARU) DI KABUPATEN INDRAMAYU TAHUN 2016
1) Setyo Dwi
Widyastuti
2) Riyanto
3) Muhammad Fauzi
1) Dosen Prodi Ilmu
Kesehatan Masyarakat, STIKes
Indramayu
2) Dosen Prodi Ilmu
Keperawatan, STIKes Indramayu
3)Dosen Prodi Ilmu Kesehatan Masyarakat, STIKes Indramayu
LATAR BELAKANG
Penderita
penyakit TB paru di Indonesia berada pada urutan ke empat Negara dengan beban
TB tertinggi di dunia setelah India, Cina, dan Afrika Selatan. Estimasi
prevalensi TB semua kasus sebesar 660.000 dan estimasi insidensi berjumlah
430.000 kasus baru per tahun. Jumlah kematian akibat TB diperkirakan 61.000
kematian per tahunnya. Sekitar 75% penderita
TB adalah kelompok usia yang paling produktif secara ekonomis (15 – 50 tahun).
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran epidemiologi penyakit TB
di Kabupaten Indramayu tahun 2016
METODE PENELITIAN
Jenis penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Populasi adalah
seluruh penderita TB paru di Kabupaten
Indramayu yang diagnosa pada tahun 2016.
Pengambilan sampel dengan teknik cluster sampling. Instrumen menggunakan lembar kuesioner dan
dianalisis dengan menggunakan teknik analisis
statistik deskriptif.
HASIL PENELITIAN
Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa prevalensi
penyakit TB paru di Puskesmas Jatibarang, Puskesmas Kertasemaya dan Puskesmas
Losarang adalah 141 penderita TB paru. Adapun distribusinya sebagai berikut:
menurut variabel orang, 85,5% berumur antara 15-64 tahun, 66,1% berjenis
kelamin laki-laki, 32,3% tidak bekerja, 29% belum/tidak sekolah, 61,3% sosial
ekonominya rendah, 67,7% status perkawinannya kawin, 37,7% besar keluarga lebih
dari 4 orang, 51,6% tidak menderita penyakit lainnya selain penyakit TB paru,
dan 59,7% mempunyai pengetahuan yang cukup tentang penyakit TB paru. Varibel
tempat, 40,3% berada di Puskesmas Kertasemaya, dan 90,3 tinggal di desa.
Sedangkan berdasarkan variabel waktu, 33,9% penderita TB paru didiagnosa pada
trimester I, dan lama pengobatnnya 62,3% lebih dari 6 bulan.
SIMPULAN DAN SARAN
Saran bagi puskesmas agar lebih meningkatkan lagi
kegiatan promosi kesehatan, khususnya tentang penyakit TB paru. Masyarakat agar
berperan aktif dalam melakukan upaya pencegahan terhadap penularan penyakit TB
paru dengan cara makan-makanan bergizi, meningkatkan kesehatan lingkungan dan
periksa dahak apabila batuk lebih dari 2 minggu dan perlunya dilakukan
penelitian lebih lanjut tentang faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi
terjadinya penyakit TB paru.
Komentar
Posting Komentar